RSS

TEMPOInteraktifAarhus  -Seperti tidak ingin kalah dibanding tim seniornya di panggung Eropa, "matador-matador" muda Spanyol unjuk gigi dalam pergelaran Euro U-21 dengan mengalahkan Swiss di partai final dengan skor 2-0. Gelar juara ini adalah yang ketiga bagi Spanyol U-21 setelah meraih trofi serupa pada 1986 dan 1998. Dua gol Ander Herrera dan Thiago Alcantara menyudahi perlawanan Xherdan Shaqiri dan kawan-kawan di partai puncak.

Bermain di Stadion Aarhus, Spanyol yang diunggulkan malah terlambat panas. Swiss yang mencapai babak final untuk pertama kali, mendapatkan peluang pertama melalui Xherdan Shaqiri pada menit ke-28. Pemain paling menonjol di tim Swiss junior ini melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Tapi, kiper Spanyol, David de Gea, cukup sigap mementahkan sepakan gelandang FC Basel ini.

Lalu, La Rojita, julukan tim Spanyol U-21 yang diperkuat pemain-pemain ternama, mulai menemukan ritme permainan mereka. Kombinasi antara Thiago Alcantara, Adrian Lopez, dan Juan Mata mulai merepotkan barisan pertahanan Swiss. Kiper Swiss, Yann Sommers, harus jatuh-bangun mengamankan gawang. Puncak serangan Spanyol terjadi pada menit ke-41. Tandukan Herrera, yang memanfaatkan umpan Didac Vila, berbuah gol.

Memasuki babak kedua, Swiss menaikkan tempo permainan untuk menyamakan kedudukan. Dimotori oleh Admir Mehmedi, Innocent Imeghara, dan Shaqiri, serangan muda Negeri Arloji ini hampir membuahkan gol pada menit ke-58. Tapi, lagi-lagi De Gea yang membuat Manchester United kepincut memboyongnya, menunjukkan kelasnya sebagai kiper dalam mengamankan gawang Spanyol.

Meskipun Spanyol sering membahayakan pertahanan anak asuhan Pierluigi Tami ini, Swiss tidak menurunkan tempo serangan. Tendangan bebas Shaqiri pada menit ke-79 hampir saja berbuah gol setelah bola dimanfaatkan Timm Klose. Tapi, bola hasil sepakan Klose masih menyamping ke sisi luar gawang. Padahal, De Gea terlambat mengantisipasi arah bola itu.

Spanyol yang bernafsu menambah keunggulan, akhirnya memetik gol kedua lewat tendangan bebas Alcantara dari luar kotak penalti pada menit ke-81. Tertinggal dua gol membuat Swiss semakin kesulitan karena pertandingan hanya tersisa sembilan menit. "Kami layak memenangi partai final ini," kata Luis Milla, pelatih Spanyol U-21.

Kesuksesan Spanyol makin lengkap karena Adrian Lopez keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan lima gol. Striker Deportivo La Coruna ini berhak atas Sepatu Emas, simbol pemain yang paling produktif mencetak gol. "Secara pribadi saya senang, apalagi tim kami menjadi yang terbaik," kata Lopez. Jumlah gol Lopez masih di bawah pemain Swedia, Marcus Berg, top scorer Euro U-21 dua tahun lalu.

Admir Mehmedi, peraih Sepatu Perak, sebagai pencetak gol terbanyak kedua, mengatakan bisa menerima kekalahan ini. "Kami bermain bagus dan bangga mencapai final," katanya. Berdasarkan statistik Soccernet, penguasaan bola Spanyol 51 persen dan Swiss 49 persen. "Kami pikir itu seimbang," katanya.

Menurut Mehmedi, prestasi Swiss mencapai final ini menjadi modal bagus untuk berlaga di Olimpiade London 2012. "Meski kalah di final, kami berhak berlaga di Olimpiade," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar